Kepengurusan Baru PMI Berau Dilantik, Bupati Dorong Penguatan Pelayanan Kemanusiaan

Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau periode 2026-2029 resmi terbentuk dengan Najemudin dipercaya sebagai ketua. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat peran PMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan serta merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.

Usai dilantik, Najemudin menegaskan bahwa amanah yang diemban bukan sekadar tanggung jawab organisasi, tetapi juga komitmen untuk memastikan PMI hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi bencana, kebutuhan darah maupun kondisi kemanusiaan lainnya.

Ia mengajak seluruh pengurus, anggota dan relawan PMI Berau memperkuat kekompakan serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen masyarakat.

“Kita buka pintu komunikasi dan kolaborasi seluas-luasnya. Mari kita jadikan PMI sebagai organisasi yang hadir, bergerak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus PMI yang baru. Ia berharap kepengurusan periode 2026-2029 dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

Menurutnya, tantangan seperti cuaca panas, kekeringan, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan membutuhkan respons cepat dan sinergi seluruh pihak. PMI, kata dia, memiliki posisi penting dalam membantu pemerintah menangani persoalan sosial dan kemanusiaan.

“PMI dapat memberikan kemampuan yang terbaik sebagai organisasi kemanusiaan melalui berbagai program kerja yang memberikan manfaat dan pertolongan bagi masyarakat,” katanya.

Selain penanganan bencana, Bupati juga menekankan pentingnya penguatan pelayanan darah. Ia mendorong PMI menggelar donor darah secara rutin setiap bulan serta memperbarui informasi stok darah secara berkala agar kebutuhan pasien dapat segera ditangani.

Sri Juniarsih turut mendorong PMI mengemas kegiatan donor darah secara kreatif dengan melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi menjadi semakin penting di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

“Silakan lakukan kegiatan-kegiatan yang inovatif dan kreatif. Kegiatannya bisa menghibur, tetapi sekaligus menarik para pendonor sehingga ketersediaan darah tidak kosong,” ujarnya.

Ia berharap kepengurusan baru PMI Berau dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, solidaritas dan kepedulian, sehingga keberadaan PMI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Keikhlasan dan kepedulian akan menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Saya berharap PMI Berau ke depan semakin kuat dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (DiskominfoIKP-AF)