Bapelitbang Berau Susun Rencana Aksi Daerah Pengelolaan Geopark 2026–2032

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Berau menggelar kegiatan pengumpulan data dan informasi yang dirangkaikan dengan Presentasi Laporan Pendahuluan Kajian Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengelolaan Geopark Kabupaten Berau Tahun 2026–2032 di Ruang Rapat RKPD Bapelitbang, pada Jumat (19/6/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan dokumen strategis sebagai pedoman pengelolaan Geopark Berau selama tujuh tahun ke depan. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat daerah terkait, Tim Pengelola Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Wilayah Berau, akademisi dari Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. 

Kepala Bapelitbang Berau, Endah Ernani Triariani, mengatakan penyusunan kajian ini merupakan bagian dari implementasi RPJPD Kabupaten Berau yang mengarahkan transformasi ekonomi secara bertahap dari sektor pertambangan menuju sektor pariwisata.

"Kajian ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan arah pembangunan Kabupaten Berau sebagaimana tertuang dalam RPJPD, yaitu melakukan transformasi ekonomi secara bertahap dari ketergantungan terhadap sektor pertambangan menuju sektor pariwisata," ujarnya.

Ia berharap kajian yang disusun bersama Pusat Studi Pariwisata UGM dapat menghasilkan arah pengelolaan Geopark yang mampu menjadi salah satu penggerak transformasi ekonomi daerah.

Sementara itu, Peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM, Destha Titi Raharjana, menjelaskan bahwa pengembangan Geopark harus menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan potensi jasa lingkungan.

"Dalam konsep pengembangan dan pengelolaan Geopark tujuh tahun ke depan, kita berharap masa depan Kabupaten Berau tidak lagi bergantung pada sumber daya dari dalam bumi, melainkan pada pengelolaan jasa lingkungan yang berkelanjutan," jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkontribusi dalam penyusunan kajian tersebut agar dapat mendukung percepatan pengakuan UNESCO Global Geopark bagi Geopark Berau.

Penyusunan RAD Pengelolaan Geopark Kabupaten Berau 2026–2032 diharapkan menjadi pedoman bagi perangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun program pengelolaan geopark secara terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung transformasi ekonomi daerah yang berbasis konservasi dan pariwisata. (DiskominfoIKP-Fhd)