Sekda Berau Buka Sosialisasi SPBE, Dorong Digitalisasi Jadi Kebutuhan Utama
Mewakili Bupati Berau Hj Sri Juniarsih, Sekretaris Daerah (Sekda) Muhammad Said secara resmi membuka Sosialisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang Berau, pada Kamis (18/6).
Sosialisasi yang menghadirkan Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah, Kemenkomdigi, Aris Kurniawan dan Analis Kebijakan Pertama, Joshua Ariel Perkasa sebagai narasumber itu, dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau Didi Rahmadi. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Lamlay Sarie, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jaka Siswanta, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya dan peserta lainnya.
Dalam sambutannya, Sekda Muhammad Said menyatakan bahwa SPBE merupakan instrumen penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, terpadu, akuntabel, aman, dan dapat saling terhubung antar sistem. “SPBE juga bagian dari pelaksanaan reformasi birokrasi untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan wewenang. Tujuan akhirnya jelas, yaitu meningkatkan kualitas layanan publik demi kepuasan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen kuat Pemkab Berau untuk membangun pemerintahan yang baik, inovatif, dan berintegritas berbasis teknologi digital. Menurutnya, di era perkembangan teknologi saat ini, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijalankan secara serius oleh seluruh jajaran perangkat daerah.
“Digitalisasi tidak bisa dihindari seiring kemajuan zaman. Kami sangat mengharapkan dukungan semua pihak untuk mewujudkan semangat smart city bagi Kabupaten Berau dan Kalimantan Timur,” tegasnya.
Sekda menjelaskan bahwa penerapan SPBE difokuskan untuk mendukung program prioritas daerah, antara lain pengentasan kemiskinan, peningkatan daya saing ekonomi, penurunan angka stunting, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan. Melalui integrasi data dan sistem digital, pelaksanaan program diharapkan berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mudah dipantau perkembangannya.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. “Manfaatkan kesempatan ini untuk memahami instrumen evaluasi dan memperkuat tata kelola data yang akurat. Jadikan momen ini sebagai titik balik untuk meningkatkan integritas dan profesionalisme birokrasi kita,” pesannya.
Said menambahkan bahwa efesiensi berdampak pada sistem pemerintahan dan sistem pemerintahan berbasis digital adalah bagian dari dampak efisiensi. Sehingga selain karena tuntutan kerja era modern, SPBE menjadi solusi terbaik. Salah satu contohnya adalah penerapan tanda tangan dan paraf berjenjang secara elektronik yang terbukti menghemat biaya operasional. Teknologi juga memungkinkan pekerjaan dapat diselesaikan dari mana saja, tidak harus selalu berada di kantor, sejalan dengan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) yang didorong kementerian, kecuali untuk tugas pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Kita punya gawai dan fasilitas, gunakan untuk memudahkan pekerjaan. Termasuk memanfaatkan program Satu Data di Bapelitbang untuk memastikan data seperti kepesertaan BPJS akurat, sehingga bantuan hanya diterima oleh yang berhak. Meskipun ada tantangan soal kedisiplinan, kita kembalikan kepada tanggung jawab masing-masing, karena apa yang kita kerjakan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” pungkasnya. (Diskominfo/yar)