Perpustakaan Bukan Sekadar Gudang Buku: Langkah Nyata Berau Wujudkan Pusat Belajar Sepanjang Hayat Lewat Akreditasi
Bukan lagi sekadar tempat menyimpan tumpukan buku debu, perpustakaan kini tumbuh menjadi jantung pembelajaran, tempat ide bertemu, dan jendela masa depan bagi seluruh masyarakat. Inilah harapan besar yang disampaikan Bupati Berau, Hj Sri Juniarsih melalui Staf Ahlinya pada pembukaan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Batch II, yang digelar di Ruang Rapat Sangalaki Kantor Setda Berau, Kamis (30/7/2026).
Mewakili Bupati Berau, Staf Ahli Bupati, Warji secara resmi membuka kegiatan yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau ini. Mengusung tema “Mewujudkan Perpustakaan Berstandar Nasional Melalui Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Pengelola Perpustakaan”, acara ini menghadirkan dua Asesor Nasional Akreditasi Perpustakaan yaitu Muhammad Ihsanudin, M.Hum dan Hj Mariani, S.Pd., M.Pd., M.Hum sebagai narasumber. Hadir pula para camat, lurah, ketua kelompok kerja kepala sekolah, perwakilan Aptusi, IPI, GPMB, serta ratusan pengelola perpustakaan dari berbagai penjuru Berau yang hadir dengan semangat untuk belajar dan berbenah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Berau, saya menyambut baik langkah nyata ini untuk menjadikan perpustakaan kita semakin profesional, berkualitas, dan mampu melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Warji saat menyampaikan amanat Bupati.
Ia menegaskan, akreditasi bukan sekadar urusan administrasi demi selembar sertifikat. Lebih dari itu, proses ini adalah cermin jujur untuk melihat sejauh mana kualitas layanan yang telah diberikan, serta dorongan untuk terus memperbaiki diri mulai dari pengelolaan koleksi, pelayanan kepada pemustaka, pemanfaatan teknologi, hingga kompetensi tenaga pengelola sesuai standar nasional.
“Melalui akreditasi, kita tahu apa yang sudah baik, dan mana yang perlu kita perbaiki. Tujuannya sederhana: agar perpustakaan semakin dipercaya, semakin disayangi dan diminati masyarakat, serta benar-benar bisa menjawab what yang dibutuhkan warga di tengah era digital ini,” jelasnya.
Pemerintah Berau, lanjut Warji, menaruh harapan besar pada perpustakaan sebagai fondasi membangun sumber daya manusia yang unggul. Karena budaya literasi yang kuat tidak akan tumbuh hanya dari ruang kelas sekolah semata. Ia butuh dukungan seluruh elemen: keluarga, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan tentu saja peran sentral perpustakaan sebagai rumah belajar bersama.
“Budaya literasi adalah gerakan semua pihak. Maka saya mengajak perangkat daerah, sekolah, pemerintah kampung, dan semua elemen untuk bahu-membahu mengembangkan perpustakaan di Berau. Kolaborasi inilah yang akan menjadi kekuatan besar melahirkan masyarakat yang cerdas, menuju Berau yang sejahtera,” ajaknya.
Kepada seluruh pengelola perpustakaan yang hadir, Warji berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin sebagai bekal mempersiapkan lembaga mereka meraih hasil akreditasi terbaik. “Saya berharap semakin banyak perpustakaan kita yang meraih predikat terbaik. Namun yang jauh lebih penting: semoga perpustakaan kita makin inovatif, terbuka untuk semua kalangan, dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama generasi muda kita sebagai penerus masa depan Berau,” tutupnya penuh harap. (Diskominfo/yar)