Sambut Aspirasi Warga, Pemkab & Forkopimda Duduk Bersama AMB

Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas memimpin langsung penerimaan audiensi Aliansi Masyarakat Berau (AMB),  di Di ruang rapat Sangalaki Kantor Sekretariat Daerah Berau, pada Selasa (15/9). Menegaskan bahwa suara warga adalah pijakan utama setiap langkah kebijakan di Kabupaten Berau 

Hadir mendampingi Bupati, Wakil Bupati H. Gamalis, jajaran Forkopimda, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait. Pertemuan ini bukan sekadar serah-terima keluhan, melainkan ruang dialog tulus, tempat warga menyampaikan apa yang dirasakan, dan pemerintah hadir untuk mendengarkan secara langsung.

"Kami ada di sini untuk mendengar. Setiap persoalan yang Bapak/Ibu sampaikan akan kami catat, kami pelajari, dan kami cari jalan penyelesaiannya, tentunya tetap berpegang pada aturan namun tidak mengesampingkan keadilan dan kepedulian," tegas Sri Juniarsih membuka dialog. 

Dari ketersediaan BBM yang menjadi kebutuhan sehari-hari, hingga persoalan air bersih dan tanah, semua disampaikan secara terbuka. Bupati pun merespons satu per satu dengan kepastian langkah. 

Mengenai pasokan BBM, Bupati menegaskan pemerintah tidak tinggal diam. Koordinasi dengan BPH Migas dan Pertamina terus diperkuat agar kebutuhan warga terjamin. Termasuk penyesuaian kuota yang disesuaikan dengan data nyata kendaraan darat maupun perairan khas Berau. Pemerintah juga akan mengawasi ketat penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET), agar warga tidak dibebani perbedaan harga yang memberatkan.

Terkait tarif air bersih PDAM, Sri Juniarsih menjelaskan dengan jujur: tarif saat ini termasuk rendah dan belum disesuaikan selama tiga tahun lebih. Penyesuaian memang diperlukan demi keberlanjutan pelayanan, namun akan dilakukan secara bertahap dan adil. 

"Kami mulai dari kalangan usaha dan niaga terlebih dahulu. Untuk rumah tangga akan dibagi kategori. Bagi yang belum mampu, akan kami usahakan subsidi silang tidak boleh membebani warga yang kurang beruntung," ujarnya. 

Masalah agraria pun disambut dengan semangat penyelesaian bersama. Bupati mengajak warga menyampaikan data dan fakta secara langsung, agar pemerintah dapat melakukan verifikasi dan mencari titik temu yang menguntungkan semua pihak. 

Di akhir pertemuan, Bupati menegaskan bahwa dialog seperti ini bukan acara sesaat. Komunikasi antara pemerintah dan masyarakat harus terus terjaga, agar setiap kebijakan lahir dari kebersamaan dan kepercayaan.

"Berau ini milik kita semua. Membangunnya pun harus berjalan bersama," pungkasnya.

Pertemuan hari ini menjadi bukti, pintu Pemkab Berau terbuka, dan Bupati serta jajarannya hadir, bukan sekadar memimpin, melainkan mendengar dan melayani. (Diskominfo/yar).