Pulau Derawan Menuju Wisata Bebas Sampah, Berau Perkuat Sistem TPS 3R

Wakil Bupati Berau, H. Gamalis, secara resmi membuka kegiatan Pertukaran Pengetahuan dan Pembelajaran Plastic Smart Island yang digelar di Hotel Mercure Berau, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi lintas negara dalam membahas pengelolaan sampah plastik berbasis kawasan kepulauan dan pariwisata berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gamalis menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sebagai langkah konkret dalam pengendalian sampah plastik melalui tata kelola pengolahan sampah terpadu berbasis TPS 3R di Pulau Derawan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Berau, saya sangat menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya pengendalian sampah plastik melalui tata kelola pengolahan sampah berbasis terpadu TPS 3R yang alhamdulillah sudah ada di Pulau Derawan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan TPS 3R di kawasan wisata unggulan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi penanggulangan sampah sekaligus meningkatkan estetika Pulau Derawan sebagai destinasi wisata andalan Kabupaten Berau.

 Ia pun memberikan apresiasi kepada WWF Indonesia bersama seluruh mitra pembangunan yang telah berkontribusi dalam program Plastic Smart Island.

Gamalis mengungkapkan, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah di Kabupaten Berau pada 2024 mencapai 54.568,41 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 67,67 persen telah terkelola, sementara 32,33 persen lainnya masih belum tertangani.

“Kondisi ini patut menjadi perhatian bersama, terlebih komposisi sampah plastik terus meningkat dan berpotensi mencemari tanah, air, laut hingga udara,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Berau, lanjutnya, terus mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu melalui pengembangan bank sampah dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Selain itu, pemerintah daerah juga menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI atau Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Dalam kesempatan tersebut, Gamalis juga menyoroti ancaman kelebihan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia pada 2028 sebagaimana disampaikan pemerintah pusat. Karena itu, daerah pariwisata seperti Berau dinilai perlu memiliki langkah konkret dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Prinsip 3R yang diterapkan di TPS 3R diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA dan menekan risiko kebocoran plastik ke lingkungan maupun ekosistem pesisir dan laut,” jelasnya.

Ia berharap model pengelolaan sampah berbasis TPS 3R tidak hanya diterapkan di Pulau Derawan, tetapi juga dapat direplikasi di destinasi wisata lainnya di Kabupaten Berau.

Kegiatan pertukaran pengetahuan tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah dan masyarakat dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Filipina, dan Thailand. Forum ini diharapkan menjadi ruang bertukar pengalaman dan memperkuat sinergi dalam pengelolaan sampah di wilayah kepulauan.

“Menjadi suatu kebahagiaan bagi kami bahwa Pulau Derawan mendapat perhatian dan mudah-mudahan dapat menjadi contoh praktik baik bagi program-program selanjutnya,” tutup Wabub.

Diskominfo Berau-IKP/Er.