Perumda Batiwakkal Respons Isu Karhutla dan Kelangkaan BBM, Masyarakat Diimbau Bijak Gunakan Air.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) terus memperkuat pemantauan terhadap berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satu perhatian diarahkan pada dampak musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terhadap keberlangsungan pelayanan publik.

Untuk memperoleh informasi langsung dari instansi terkait, Tim IKP Diskominfo Berau melakukan penggalian informasi ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah. Kali ini, tim menyambangi Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau, Kamis (3/9/2026).

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau, Saipul Rahman, mengatakan musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino menghadirkan dua tantangan utama bagi perusahaan daerah yang sumber air bakunya bergantung pada sungai, yakni intrusi air laut dan penurunan debit air akibat kekeringan.

“Dua kendala ini sudah kami antisipasi sejak jauh-jauh hari. Sebelumnya kami juga mengikuti pembahasan bersama Kementerian PUPR terkait potensi yang mungkin terjadi selama kemarau panjang,” kata Saipul.

Menurut dia, kondisi tersebut saat ini mulai dirasakan di sejumlah instalasi pengolahan air (IPA), salah satunya di Gurimbang. Intrusi air laut menyebabkan kadar total dissolved solids (TDS) air baku sempat mencapai sekitar 1.700 ppm, jauh di atas ambang yang menjadi acuan kualitas air baku sebesar 300 ppm.

Untuk mengantisipasi dampaknya, Perumda Batiwakkal melakukan pemantauan kualitas air secara berkala, bahkan setiap jam. Operasional IPA Gurimbang yang sebelumnya berjalan 24 jam sempat dikurangi menjadi 12 jam ketika salinitas meningkat. Setelah kondisi membaik, operasional kembali 24 jam, meski pemantauan tetap dilakukan secara ketat.

“Kalau indikator menunjukkan TDS meningkat, langsung kami hentikan sementara. Ini untuk menjaga peralatan sekaligus memastikan air yang diproduksi tetap memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Lanjut dijelaskannya, selain kampung gurimbang, ada kondisi serupa mulai terjadi di Semurut. Namun, Saipul memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan karena penghentian operasional hanya dilakukan sementara ketika kadar salinitas meningkat. Perumda juga sebelumnya telah mengimbau pelanggan menyiapkan tandon air sebagai langkah antisipasi.

Di tengah kondisi tersebut, Perumda Batiwakkal juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, instansi teknis, BUBD, TNI-Polri, serta pihak terkait lainnya. Dukungan distribusi air bersih juga disiapkan bagi wilayah yang mengalami kekeringan.

Terkait isu kelangkaan BBM, Saipul menyebut operasional pelayanan air minum relatif tidak terganggu. Perumda telah menyiapkan stok solar yang dibeli dengan harga industri, termasuk untuk kebutuhan genset. Kendala lebih mungkin dirasakan pada kendaraan operasional yang menggunakan BBM jenis lain dan harus mengantre di SPBU bersama Masyarakat.

“Kalau pasokan listrik cukup, distribusi air bisa berjalan lancar. Kami juga sudah memiliki stok solar untuk kebutuhan operasional dan genset,” katanya.

Saipul sekaligus mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak. Menurutnya, konsumsi air pelanggan di Berau relatif tinggi, berkisar 32–35 meter kubik per pelanggan per bulan, dibandingkan sejumlah daerah lain yang berada di kisaran 18–21 meter kubik.

Ia meminta penggunaan air untuk kebutuhan yang tidak mendesak dikurangi agar ketersediaan air tetap terjaga, terutama ketika produksi menghadapi tekanan akibat kekeringan dan intrusi air laut.

“Kami khawatir penggunaan berlebihan akan berdampak pada pelanggan di ujung jaringan yang bisa saja tidak mendapatkan air ketika stok produksi menurun,” jelasnya.

Di sisi lain, Perumda Batiwakkal saat ini tengah melakukan uprating atau peningkatan kapasitas di IPA Raja Alam. Perbaikan tersebut ditargetkan dapat meningkatkan produksi dalam sekitar satu bulan ke depan, tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Saipul menegaskan seluruh jajaran Perumda Batiwakkal berkomitmen menjaga tiga aspek utama pelayanan, yakni kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu kami menerapkan manajemen risiko dalam kegiatan sehari-hari dan menyiapkan langkah pencegahan maupun penanganan terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi,” tegasnya.

Selain menjaga pelayanan, Perumda juga menindaklanjuti arahan Bupati Berau terkait kesehatan dan keselamatan kerja, terutama di tengah potensi penurunan kualitas udara akibat karhutla. Pegawai diimbau menggunakan masker saat berada di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air minum agar kondisi tubuh tetap prima.

“Alhamdulillah, sampai hari ini hampir tidak ada kendala berarti terkait kualitas, kuantitas, maupun kontinuitas pelayanan. Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan terbaik,” pungkas Saipul.

Diskominfo Berau-IKP/Er/Syp/Wnd.