Pemkab Berau Perkuat Sinergi Lintas Sektor Cegah Perkawinan Anak

Pemerintah Kabupaten Berau terus menggencarkan upaya pencegahan perkawinan anak di bawah umur. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), digelar kegiatan Koordinasi dan Kerja Sama Lintas Sektor Pergerakan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Perkawinan Anak, pada Rabu (13/11/2025) di Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, dan mengangkat tema “Memperkuat Sinergitas Dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak.”

Pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap isu perkawinan anak karena dampaknya yang luas terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan kolaborasi antarinstansi dalam mencegah terjadinya perkawinan usia dini.

Selain memperkuat sinergi lintas sektor, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai risiko perkawinan anak, baik dari sisi agama maupun kesehatan. Pemerintah berharap upaya bersama ini mampu menumbuhkan kesadaran dan komitmen masyarakat agar anak-anak memperoleh hak tumbuh kembang yang layak.

Dalam pelaksanaannya, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, di antaranya rendahnya pemahaman masyarakat mengenai dampak perkawinan anak serta belum terintegrasinya informasi kasus antar sektor. Oleh karena itu, kegiatan ini menargetkan penyusunan rencana aksi daerah serta penguatan sistem pencatatan kasus lintas sektor sebagai langkah konkret ke depan.

Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menyebutkan bahwa kasus perkawinan anak di Berau masih cukup tinggi. Berdasarkan data Pengadilan Agama, hingga tahun 2025 tercatat terdapat 40 pasangan yang mengajukan dispensasi nikah akibat belum cukup umur.

“Melalui kegiatan ini saya harapkan para camat dan perangkat kampung dapat lebih gencar memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko dan dampak perkawinan anak. Harapan kita bersama, angka kasus ini bisa terus menurun,” ujar Muhammad Said.

Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen untuk terus memperkuat langkah-langkah preventif dan kolaboratif guna mewujudkan generasi muda Berau yang sehat, berpendidikan, dan terlindungi. (DiskominfoIKP-AF)