Pemkab Berau dan PLN Bahas Penanganan Pemadaman Listrik
Wajar jika warga merasa gelisah. Pasalnya beberapa hari terakhir, berita tentang lampu yang sering padam terdengar dari Tanjung Redeb hingga ke pelosok Talisayan. Rasa cemas itu pun akhirnya disampaikan langsung melalui aksi warga di kantor PLN UP3 Berau pada Senin (26/10) malam kemarin.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau segera memfasilitasi pertemuan penting di ruang rapat Kakaban, kantor Sekretariat Daerah, pada Selasa (28/10) siang. Dipimpin langsung oleh Bupati Berau, Hj Sri Juniarsih, didampingi Wakil Bupati (Wabup), H Gamalis, rapat menjadi tempat bertukar pikiran yang hangat namun serius. Hadir pula perwakilan masyarakat dan mahasiswa, unsur Forkopimda, Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung, sejumlah pejabat teras dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Berau, pihak PLN UP3 Berau, serta PLTU Lati. Semua hadir dengan satu tujuan yang sama, mencari jalan keluar agar listrik di Berau kembali andal.
Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas, hadir di tengah pertemuan itu dengan perhatian penuh. Ia menegaskan bahwa kebutuhan listrik warga harus selalu menjadi prioritas utama.
"Listrik saat ini bukan sekadar penerang malam. Ia menopang aktivitas rumah tangga, usaha kecil, hingga layanan yang kita butuhkan setiap hari. PLN UP3 Berau perlu memprioritaskan masyarakat dan membangun komunikasi yang baik dengan perusahaan-perusahaan konsumennya, agar kebutuhan listrik warga lebih diutamakan," ucap Bupati yang akrab disapa Umi ini. Ia memberikan masukkan sebagaimana kasus pemadaman di Batam, agar PLN juga mengambil langkah memberikan kompensasi 10-20 persen kepada masyarakat yang terdampak.
Bupati, Sri Juniarsih juga mengajak pihak PLN untuk melihat peluang jangka panjang, termasuk memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung fasilitas umum seperti jaringan komunikasi di ruang terbuka hijau di tengah kota.
Salian itu, ia juga menyinggung harapan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. "Kami tidak ingin setiap mendekati Ramadan selalu terjadi pemadaman. Jangan sampai ketika listrik mulai sering mati, masyarakat justru menganggap itu sebagai tanda Ramadan sudah semakin dekat," ujarnya dengan senyum yang menyiratkan harapan tulus.
Terkait masa depan, Bupati juga menyambut baik rencana interkoneksi jaringan listrik Kalimantan Timur (Kaltim) yang ditargetkan beroperasi pada 2027. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan dan menyalurkan listrik secara lebih merata hingga ke Berau.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, juga menekankan hal yang tak kalah penting, hak pelanggan yang terdampak.
"Kompensasi kepada konsumen harus diperhatikan, tetapi jangan sampai dijadikan alasan untuk membenarkan pemadaman. Apalagi sekarang masyarakat sedang bersiap menyambut bulan penuh berkah," tegasnya.
Melalui Manager PLN UP3 Berau, Erwinton Naibaho, pihaknya memaparkan kondisi yang sebenarnya terjadi.
Dikatakannya, Pada 25 Oktober, sekitar pukul 16.31 WITA, gangguan terjadi pada dua ruas Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Maloy–Talisayan. Pemeriksaan menemukan pohon tumbang menimpa jaringan transmisi di Desa Dumaring, Kecamatan Talisayan, menyebabkan tiga menara transmisi roboh.
Dampaknya terasa di dua wilayah utama, Tanjung Redeb sekitar 15 MW padam dari total beban 45 MW dan Talisayan sekitar 1,1 MW padam dari total beban 3,5 MW.
Ada beberapa hal yang ia sampaikan, tentang langkah yang sudah dan sedang dilakukan. "Menara darurat sedang dimobilisasi, diperkirakan tiba di lokasi hari ini, pembangunan menara diperkirakan selesai dalam 5 hari, hingga Minggu 2 November 2026", bebernya.
Selain itu, karena di sekolah akan dilaksanakan ujian akademik, PLN akan memprioritaskan genset cadangan yang telah dipasang di sejumlah sekolah yang menyelenggarakan tes, antara lain SMAN 10, SMAN 15, SMAN 6, SMAN 8, SMKN 3, SMKN 5, SMKN 6, SMAN 3, dan SMAN 12 (sedang dalam proses).
Fasilitas umum seperti puskesmas, RSUD, dan sekolah tetap mendapat pasokan, begitu pula lokasi menara pemancar sinyal. PLTU Lati akan segera dioperasikan kembali, dan genset berkapasitas 500 kW disewa untuk memperkuat pasokan di Talisayan. Sementara proses pemulihan berjalan, pemadaman bergilir masih mungkin terjadi di beberapa titik hingga 2 November.
Erwinton juga menyampaikan permohonan maaf dan harapan. "Kami mengerahkan seluruh kemampuan kami untuk mempercepat pemulihan. Mohon doa dan dukungannya, semoga krisis ini bisa segera teratasi", katanya.
Pemkab Berau berharap, kerja sama yang terjalin hari ini menjadi awal dari penanganan yang lebih cepat, komunikasi yang lebih terbuka, dan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh setiap keluarga di Berau. (Diskominfo/yar)