Musrenbang Segah Dorong Percepatan Jalan Penghubung dan Realisasi SMA 16

Kecamatan Segah menjadi wilayah kedelapan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Kabupaten Berau. Kegiatan yang digelar di Lamin Adat Pelancau Apui, Kampung Tepian Buah, Senin (9/2/2026), menyoroti persoalan akses jalan antar kampung, kebutuhan air bersih, dampak banjir, hingga rencana pembangunan SMA Negeri 16 Segah.

Musrenbang menjadi wadah penyampaian capaian pembangunan sekaligus usulan prioritas dari pemerintah kampung. Dari hasil rekapitulasi, Kampung Long Ayan mencatat jumlah usulan terbanyak, yakni 114 usulan, disusul Kampung Punan Malinau dengan 46 usulan.

Sementara Kampung Bukit Makmur dan Harapan Jaya masing-masing mengusulkan 25 kegiatan, Gunung Sari 21 usulan, Tepian Buah 20 usulan, Pandan Sari 15 usulan, Siduung Indah 14 usulan, Punan Mahakam 11 usulan, Long Laai dan Punan Segah masing-masing 7 usulan, Long Ayap 5 usulan, serta Batu Rajang 3 usulan.

Camat Segah, Noor Alam, mengatakan pembangunan infrastruktur jalan mulai berjalan sejak 2025 melalui program semenisasi. Namun, menurutnya, masih diperlukan kelanjutan pembangunan agar konektivitas antar kampung dapat terwujud secara menyeluruh.

“Program semenisasi menuju Kecamatan Segah sudah berjalan di 2025. Harapan kami, di 2026 semenisasi dari Kampung Tepian Buah hingga Kampung Labanan bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Ia juga menyebut peningkatan akses jalan menuju Kampung Siduung Indah yang telah dikerjakan Dinas PUPR perlu kembali dilanjutkan tahun ini. Selain itu, pembangunan jalan dari Kampung Tepian Buah menuju Kampung Long La’ai saat ini juga masih berlangsung.

Menurut Noor Alam, kondisi paling mendesak adalah akses menuju Kampung Punan Segah yang rusak parah dan sulit dilalui. Kondisi tersebut bahkan berdampak pada tertundanya program pembangunan, termasuk rencana pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu).

“Jalan menuju Kampung Punan Segah saat ini tidak bisa dilewati. Kami berharap perbaikannya segera terealisasi agar tidak ada lagi kampung yang terisolir,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Musrenbang juga membahas rencana pembangunan SMA Negeri 16 Segah serta pemanfaatan kantor kecamatan baru yang telah diresmikan Bupati Berau.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. Ia juga mendorong perusahaan yang beroperasi di wilayah Segah untuk ikut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Masih ada jalan berlubang dan kebutuhan masyarakat yang mendesak. Keterbatasan anggaran pemerintah harus dipahami, sehingga perusahaan melalui CSR maupun dana bagi hasil perkebunan sawit diharapkan dapat membantu perbaikan infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Berau juga mendorong kampung untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal dan tidak hanya bergantung pada sektor perkebunan kelapa sawit. Saat ini tercatat dua kampung di Kecamatan Segah berstatus mandiri, empat kampung berstatus maju, dan tujuh kampung lainnya masih berkembang. (DiskominfoIKP-AF/SAF)