Diskoprindag Berau Susun Kajian dan Basis Data 10 Komoditi Unggulan IKM
Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Kabupaten Berau bekerjasama dengan Tim Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah Universitas Mulawarman, Samarinda melaksanakan penyusunan kajian lengkap dan basis data Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang dikelompokkan berdasarkan 10 komoditi unggulan daerah.
Kegiatan resmi dibuka langsung oleh Kepala Diskoprindag Berau, Hj. Eva Yunita, di ruang rapat, lantai 2, kantor Diskoprindag, pada Kamis (11/6). Acara yang dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daeah (OPD) dan Camat, serta perwakilan Pejuang Sigap itu, sebagai bentuk upaya memperoleh informasi akurat untuk merancang program pembinaan, pendampingan, dan pengembangan usaha yang tepat sasaran bagi seluruh pelaku usaha di sejumlah wilayah di Bumi Batiwakkal (sebutan Kabupaten Berau).
Dalam arahannya, Kepala Diskoprijdag Berau, Eva Yunita menjekaskan, IKM dikenal sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang memiliki ketahanan tinggi terhadap perubahan ekonomi. Di Berau, sektor ini berperan penting dalam memeratakan kesejahteraan, menyerap tenaga kerja secara luas, dan mengolah kekayaan alam lokal menjadi produk bernilai jual lebih tinggi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014, pengembangan IKM juga diarahkan agar mampu bersaing dan berbasis inovasi, salah satunya didukung melalui Sistem Informasi Industri Nasional.
Kabupaten Berau memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari hasil hutan, perkebunan, hingga kelautan dan pariwisata. Namun selama ini, sebagian besar komoditi masih dijual dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah ekonominya justru dinikmati pihak luar daerah. Masalah lain yang dihadapi antara lain rendahnya keterampilan pengolahan, penggunaan teknologi yang masih sederhana, serta belum tersedianya data lengkap dan terstruktur mengenai kondisi pelaku usaha per jenis komoditi.
Dalam kajian ini, ditetapkan 10 komoditi prioritas yang tersebar di seluruh kecamatan, yaitu olahan ikan laut, kelapa sawit, karet, lada, kakao, produk kayu dan mebel, kerajinan rotan dan bambu, olahan buah tropis, tanaman obat, serta rumput laut. Data yang dikumpulkan nantinya akan digunakan untuk memetakan kebutuhan masing-masing usaha, mulai dari pelatihan teknis, standarisasi mutu produk, hingga memudahkan akses permodalan dan pemasaran.
Menurut, Eva Yunita, posisi geografis Berau yang strategis sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur dan berdekatan dengan kawasan Ibu Kota Nusantara membuka peluang pasar yang sangat besar. “Dengan data yang jelas, kami dapat menyusun program yang tepat. Ke depan, kami juga akan memfasilitasi promosi melalui pameran serta menyediakan tempat khusus untuk memajang hasil karya IKM agar semakin dikenal luas,” ungkapnya. (Diskominfo/yar)