DPD BKPRMI Berau Periode 2025–2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pembinaan Generasi Qurani

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Berau periode 2025–2030 resmi dilantik pada Jumat (21/11/2025) di Ruang Rapat Sangalaki.

Sebanyak 30 pengurus baru dikukuhkan untuk mengemban amanah selama lima tahun ke depan. Pelantikan juga dirangkaikan dengan Diklat Latihan Manajemen Dakwah (LMD) sebagai langkah memperkuat kapasitas kader dakwah di daerah.

Ketua DPD BKPRMI Berau, H. Abdurrahman, yang kembali dipercaya memimpin organisasi untuk periode kedua, menyampaikan perkembangan signifikan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang bernaung di bawah BKPRMI. Saat ini, terdapat 314 unit TPA, TKA, dan TQA yang aktif, dengan total 1.452 ustaz dan ustazah. Hingga tahun ini, tercatat 18.472 santri telah diwisuda melalui program pembinaan yang menjangkau seluruh kecamatan di Berau.

Abdurrahman menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif para pengurus serta dedikasi guru mengaji di lapangan. Ia pun berharap dukungan Pemkab Berau terus diperkuat, khususnya terkait peningkatan insentif bagi ustaz dan ustazah. Saat ini, insentif sebesar Rp1.250.000 per bulan diberikan oleh pemerintah daerah untuk empat kecamatan, sementara sembilan kecamatan lainnya memanfaatkan dana kampung sesuai kemampuan masing-masing.

“Data ini menunjukkan peran besar BKPRMI dalam membina generasi Qurani. Karena itu, kami berharap insentif bagi para guru dapat ditingkatkan agar sejalan dengan pengabdian mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPD BKPRMI Berau telah menyiapkan program kerja untuk periode 2025–2030 dan membutuhkan dukungan dari Pemkab Berau, DPW Kaltim hingga DPP BKPRMI agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Setkab Berau, Warji, yang hadir mewakili Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Menurutnya, kolaborasi dengan organisasi keagamaan seperti BKPRMI sangat penting karena memiliki jaringan kuat hingga tingkat kampung dan masjid.

“Pemerintah berkomitmen membangun SDM yang berkualitas, tetapi kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan sinergi dengan ormas keagamaan untuk melakukan pembinaan secara berkelanjutan,” terangnya.

Warji menjelaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan teknologi, hingga kekerasan remaja, sehingga peran BKPRMI dalam pembinaan akhlak menjadi semakin strategis.

“BKPRMI diharapkan tidak hanya mengajari, tetapi juga membudayakan pembelajaran dan akhlak Islam. Ini penting agar generasi muda memiliki benteng moral yang kuat,” tambahnya.

Terkait usulan peningkatan insentif guru mengaji, Warji mengakui hal itu sangat berarti bagi para pengajar yang telah mengabdikan diri. Namun ia menjelaskan, kondisi anggaran daerah tahun depan mengalami penurunan, terutama dari sektor pendapatan utama sehingga perlu penyesuaian.

“Kita harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Meski begitu, setiap aspirasi tentu akan kita upayakan pemenuhannya,” jelasnya.

Ia berharap kesejahteraan guru mengaji dapat terus membaik seiring meningkatnya pendapatan daerah di masa mendatang.

Menutup sambutannya, Warji mengajak BKPRMI memperkuat koordinasi dan berperan aktif dalam membangun Berau, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik tetapi juga pembinaan moral dan spiritual.

“Mari jadikan Berau bukan hanya maju secara fisik, tetapi juga unggul dalam pembinaan moral. Di situlah letak keunggulan Berau yang sesungguhnya,” pungkasnya. (DiskominfoIKP-AF)