Dinkes Berau dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Samarinda Intensifkan Pengawasan Takjil di Ramadan 2026.

Upaya menjaga keamanan pangan selama bulan suci Ramadan terus diperkuat. Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Samarinda bersama sejumlah perangkat daerah melaksanakan pengawasan terpadu terhadap peredaran makanan dan minuman di wilayah Kabupaten Berau, Selasa (24/2/2026).

Salah satu titik pengawasan dipusatkan di Pasar Ramadan Masjid Agung Baitul Hikmah, Tanjung Redeb, yang menjadi sentra penjualan takjil favorit masyarakat. Tim gabungan melakukan inspeksi langsung sekaligus pengambilan sampel terhadap sejumlah produk yang dinilai berpotensi berisiko, terutama dari segi tampilan fisik seperti warna yang terlalu mencolok atau tekstur yang tidak lazim.

Pejabat Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BBPOM Samarinda, Akhmad Kamaluddin, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan. Menurutnya, pengujian difokuskan untuk mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan bahan kimia berbahaya yang dilarang dalam produk makanan.

“Kami melakukan seleksi sampel berdasarkan indikasi visual. Produk dengan warna merah atau kuning yang terlalu terang maupun tekstur tertentu menjadi prioritas untuk diuji,” ujarnya di sela kegiatan.

Secara paralel, Dinas Kesehatan Berau juga mengoperasikan mobil laboratorium keliling guna melakukan uji cepat di lokasi. Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Sitti Zakiah. Sebanyak 18 sampel makanan diperiksa, terdiri atas 11 sampel dari Pasar Ramadan Masjid Agung dan 7 sampel dari titik pasar Ramadan lainnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel memenuhi standar keamanan pangan. Tidak ditemukan kandungan zat berbahaya seperti Rhodamin B, Methanil Yellow, boraks, maupun formalin—empat bahan yang dilarang karena berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

“Dari seluruh sampel yang diuji, tidak ada yang terindikasi mengandung bahan berbahaya. Ini menunjukkan kesadaran pedagang dalam menjaga kualitas produk yang dijual,” terang Sitti Zakiah.

Ia menambahkan, keberadaan mobil laboratorium keliling sangat membantu percepatan proses pemeriksaan sehingga hasil dapat diketahui dalam waktu singkat. 

Selain pengujian, petugas juga memberikan pembinaan dan edukasi langsung kepada para pedagang mengenai pentingnya higienitas serta penggunaan bahan pangan yang aman.

Pengawasan ini, tegasnya, tidak bersifat insidental. Pemeriksaan akan dilakukan secara berkala hingga akhir Ramadan guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan rasa aman dan nyaman saat mengonsumsi hidangan berbuka.

Diskominfo Berau-IKP/Er.