Data Kependudukan Jadi Fondasi, Disdukcapil Berau Luncurkan Tiga Inovasi Pelayanan Lebih Dekat dengan Warga
Demi pelayanan yang lebih tepat sasaran dan dekat dengan warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) meluncurkan rilis Profil Perkembangan Kependudukan Tahun 2025 sekaligus tiga inovasi pelayanan publik, Pak Capil “Tanya Dong”, Kasih Mesra, dan UMKM 6403 pada Rabu (30/9), di ruang rapat Disdukcapil Berau.
Acara yang digelar secara luring dan daring melalui zoom meeting ini, dibuka langsung oleh Asisten I Setda Berau M. Hendratno mewakili Bupati Hj. Sri Juniarsih Mas. Turut hadir Kepala Disdukcapil Berau David Pamuji, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Kepala Disdukcapil Provinsi Kaltim, Kasmawati yang hadir secara daring.
Dalam sambutannya, Asisten I, M. Hendratno menegaskan data kependudukan bukan sekadar angka, melainkan cerminan nyata siapa warga Berau, di mana mereka berada, dan apa yang paling dibutuhkan. “Wilayah kita luas dan beragam. Tanpa data yang akurat, kebaikan yang ingin kita sampaikan bisa meleset. Data adalah fondasi agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia memuji inovasi yang lahir, bukan sekadar perubahan sistem, melainkan bukti tulus pemerintah yang ingin hadir lebih dekat, melayani lebih ringan, dan membuka ruang dialog yang lebih hangat.
Kepala Disdukcapil David Pamuji menjelaskan Profil 2025 menyajikan gambaran lengkap jumlah, persebaran, komposisi usia, hingga indikator penting lainnya, disajikan dalam format digital yang mudah diunduh siapa saja. “Keterbukaan ini kami bangun agar warga pun turut memegang kendali atas informasi yang menyangkut diri mereka,” ungkap pria yang akrab disapa David ini.
Kepala Disdukcapil Provinsi Kaltim, Kasmawati, memberikan apresiasi mendalam, menyebut data yang rapi dan benar adalah jembatan yang menghubungkan anggaran dengan kebutuhan nyata, dari perencanaan pembangunan hingga penyaluran bantuan sosial. “Inovasi Pak Capil, Kasih Mesra, dan UMKM 6403 patut dibanggakan. Semangat ini harus terus dikembangkan dan menjadi teladan,” ucapnya.
Dengan ketiga inovasi ini, warga kini memiliki akses lebih mudah untuk bertanya, mengurus dokumen, serta dilayani dengan pendekatan yang ramah dan penuh perhatian. “Kasih Mesra” bukan sekadar nama, melainkan janji pelayanan yang tulus menyayangi rakyat. Sementara UMKM 6403 menghadirkan pojok pelayanan terpadu yang sekaligus mempromosikan produk usaha lokal di lingkungan kantor Disdukcapil.
Langkah ini menandai awal yang baru, data yang jujur, pelayanan yang mudah, dan kehadiran pemerintah yang terasa dekat di setiap sudut Bumi Batiwakkal (sebutan Kabupaten Berau). (Diskominfo/fhd/yar)