• Berita, Info Pariwisata, Trending Topik ini ditulis pada 25 October 2019 oleh admin

    Dalam balutan hutan mangrove menghijau serta dipagari jangkungnya pohon kelapa mendominasi dipemukiman warga, Kampung Teluk Alulu dianugerahi keindahan alam yang mumpuni. Keindahan alamnya bak gula yang manisnya tak pernah habis dan sungguh melenakan mata, pesona alamnya semakin lengkap dengan masyarakatnya yang ramah dan masih setia pada tradisi.
    Walaupun daratan penuh karang dan bertanah, kampung ini dihuni 749 penduduk dari 205 kepala keluarga (KK) didominasi oleh Suku Bajau. Sekitar 80 persen usaha mereka adalah nelayan, yang dimanjakan laut yang penuh habitat ikan, ditangkap dengan cara ramah lingkungan.
    Inilah sumber penghasilan warga selain pertanian kopra dan pembuatan makanan tradisional, muaranya tentu untuk kelangsungan hidup serta pendidikan anak-anak mereka yang masih bersekolah. “ Minsan aku penaggau daing, tapi singgam anak sa bekat sekolah na, “ jelas Hanafi bersemangat menggunakan bahasa bajau yang tak saya pahami artinya.
    Maratua memang bukan hanya untuk menyelam saja, bagi anda penyuka kampung tradisional tak ada salahnya Teluk Alulu masuk daftar kunjungan. Perjalanan tentu akan lebih rill jika menginap disalah satu rumah warga atau homestay. Sebab, cara pandang dan pemahaman tentang kampung tradisional senantiasa spesial setelah berinteraksi langsung dengan penduduk, ketimbang datang terus pulang.

    Bagikan Tulisan Ini :

    Comments

    comments



    Galeri Video

    Arsip Video »
    Jajak Pendapat
    • Bagaimana desain tampilan baru website ini?

      View Results

      Loading ... Loading ...
    Statistik Pengunjung
    Pengunjung Hari ini319
    Pengunjung Kemarin417
    Pengunjung Minggu ini2656
    Pengunjung Bulan ini5015
    Pengunjung Total63087

    Profil

    Informasi

    Layanan

    Infrastruktur

    Lain Lain